Thursday, June 23, 2022

Kita dan Do'a

Allah Subhanahuwwataala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 152 :"Maka ingatlah kepadaKu, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu ingkar kepadaKu". Dalam surat Ghafir ayat 60 Allah Subhanahuwwataala berfirman :"Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan terhina".
Bagi seorang muslim do'a merupakan sebuah permintaan, baik untuk yang mebaca do'a ataupun bagi orang lain tanpa yang bersangkutan ada yang mendo'akan. Oleh karena do'a merupakan sebuah permintaan atau permohonan dari seorang mahluk (ciptaan) terhadap khalik (penciptanya) , maka do'a yang disampaikan adalah untuk berbagai hal yang sesuai dengan keinginan kita sebagai mahluk.
Timbul pertanyaan, 
apakah ada syarat dalam berdo'a ?
Berikut adalah beberapa syarat dalam berdo'a yang disampaikan oleh beberapa ulama besar
  1. Khusu, ikhlas, menggantungkan semua kepada Allah Subhanahuwwataala
  2. Dalam berdo'a kita harus disertai dengan rasa sangat perlu, rasa tamak oleh rakhmat Allah Subhanahuwwataala.
  3. Gunakan Nama - nama dan sifat - sifat yang dimiliki Allah untuk memujiNya
  4. Hindarkan makanan dan minuman yang dihasilkan dari yang haram, kita sebagi muslim barangkali tidak menyadari bahwa makanan harus dibeli sedangkan uang yang digunakan untuk membeli memperolehnya tidak jelas, sebagai upah bukan, pemberian juga bukan
  5. Mintalah sesuatu yang baik dan halal, Allahuma inni asaluka ilman nafi'a, wa rizkon toyyiba, wa amalan mutaqobbala
apakah setiap berdo'a pasti dikabulkan ?
ada beberapa kemungkinan diantaranya :
  1. dikabulkan sesuai waktu dan harapan dalam do'a
  2. dikabulkan sesuai dengan keinginan diwaktu yang lain
  3. dikabulkan dengan bentuk yang lebih baik menurut Allah swt. tetapi manusia tidak menyadarinya
Allah Subhanahuwwataala yang Maha mengetahui kebutuhan keinginan mahlukNya tentu saja mengabulkan semua permintaan mahlukNya dengan segala kebesaran dan keagunganNya, memberi segala sesuatu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki mahlukNya. Seorang pengangguran tentu saja akan diberikan rizki yang sesuai dengan usahanya sebagai pengangguran, dia shalat lima waktu banyak berdo'a, tak lupa shalat sunat, sepanjang hari beribadah dan meminta diberi sejumlah uang yang sangat banyak tentulah tidak akan terjadi karena tidak ada usahanya untuk menggerakan anggota badannya berangkat untuk berusaha. Rizki yang diperoleh hanyalah cukup untuk dirinya sendiri.
Seorang yang akan bepergian berdo'a "Bismillahi tawakaltu alallah laahaulawalakuwwata ilaa billah" menharapkan keselamatan diperjalanannya, tetapi ternyata diperjalanan terjadi sebuah musibah yang menurut manusia adalah sebuah kecelakaan dan tanpa menyadarinya dalam hati mengatakan kenapa saya sudah berdo'a masih tetap kena musibah, padahal sesungguhnya Allah subhanahuwwataala akan memberikan suatu hal yang lebih baik selain perjalanan yang akan dilakukannya.

No comments:

Al-Ikhlash