Friday, June 24, 2022

Lafazh Hauqalah

Manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah Swt. baik dengan hatinya, lidahnya maupun anggota badannya. Salah satu bentuk ibadah yang dilakukan dengan lidah ialah dengan berdzikir kepada Allah Swt. Dalam salah satu Riwayat, ada satu lafazh dzikir yang disyari'atkan untuk diucapkan, yaitu lafazh Hauqalah (Laa haula wa laa quwwata illaa billaah). Ada juga yang menyebutnya sebagai lafazh Haulaqah.

Waktu yang disyari'atkan untuk mengucapkan Hauqalah

  1. Waktu bangun di malam hari
  2. Pada waktu muadzin mengucapkan hay'alatain
  3. Waktu keluar dari rumah
  4. Bila melihat sesuatu yang tidak disukai
  5. Memperbanyak untuk mengucapkannya dengan tidak ditentukan

Makna lafadz Hauqalah

Menurut Imam An-Nawawiy dalam Syarah Shahih Muslim, setidaknya ada dua makna untuk lafadz Hauqalah ini, yaitu : Pertama "Tidak ada daya untuk mencegah kejelekan dan tidak ada kekuatan untuk mendapat kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah Swt. Kedua "Tidak ada daya untuk menjauhi ma'shiyat kepada Allah kecuali karena perlindunganNya, dan tidak ada kekuatan untuk ta'at kepadaNya, kecuali dengan pertolonganNya"

Kandungan Pendidikan Aqidah dalam Lafadz Hauqalah

  1. Kalimat Isti'anah kepada Allah Swt. Lafadz tersebut bukan merupakan Lafadz keputusasaan terhadap sesuatu, tetapi merupakan permintaan supaya kepada Allah Swt.
  2. Pengakuan atas Rububiyah Allah
  3. Pengakuan atas nama-nama dan sifat Allah Swt.
  4. Talazum antara Tauhid Ilmiy dan Amaliy
  5. Pengakuan atas Uluhiyah Allah
  6. Mengimani Qadla dan QadarAllah
  7. Mengandung do'a. Lafadz Hauqalah bukan hanya khabariyah belaka, tetapi di dalamnya terkandung do'a dan permohonan kepada Allah Swt.
  8. Mengimani masyi'ah Allah. Sebagai bukti keimanan bahwa apapun yang terjadi adalah atas kehendak Allah Swt.
  9. Pengakuan hamba atas keperluan dan kebutuhannya kepada Rabb-nya dalam seluruh keadaan.
  10. Pentingnya melibatkan Allah Swt. dalam segala urusan baik urusan agama maupupun urusan dunia.

(dari Risalah no.03 th.60 - Juni 2022 ; Tulisan Hamdan Abu Nabhan)

No comments:

Al-Ikhlash